Hadirnya akses internet merupakan media yang tidak bisa dihindari
karena sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi
tingkat global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak
informasi yang dapat dan layak diakses oleh masyarakat internasional,
baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lain-lain. Dimana
munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam
dunia komunikasi dan informasi.
Pada saat pertama kali internet diperkenalkan oleh para ilmuan barat,
hampir dari kebanyakan tokoh Islam merasa curiga dan khawatir akan efek
dari temuan teknologi tersebut. Namun pemikir Islam adalah Syria Dr.
Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi berkata: ternyata jaringan internet
yang hampir menelan seluruh penjuru dunia adalah merupakan lahan luas
yang disitu bertebaran podium-podium yang menyuarakan kepentingan Islam
dengan memperkenalkan, mengajak (dakwah), membela dan memecahkan
berbagai problema.
Dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, diantaranya :
Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,
Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet
bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang
menuntut status hukum syar’i,
Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat.
Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai,
dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari,
Cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas.
Apabila dakwah itu sendiri tidak diartikan dengan makna yang sempit,
seperti yang telah diyakini oleh sebagian kalangan komunitas muslim.
Dengan menggembar-gemborkan dakwah harus secara formalitas, seperti
berpakaian gamis, kopiyah menempel di atas kepala, dengan jenggot
menghelai panjang, tasbih menggayut ditangan kanan dan keliling berjalan
kaki door to door. Pada hakekatnya ada metode lain yang bisa di
sampaikan yaitu :
Dengan menggunakan fasilitas website seperti yang telah dilakukan oleh
banyak organisasi Islam maupun tokoh-tokoh ulama. Berdakwah dengan
menggunakan fasilitas ini dianggap lebih fleksibel dan luas jika
dibandingkan dengan dua fasilitas berikutnya.
Dengan menggunakan fasilitas mailing list dengan mengajak diskusi
keagamaan atau mengirim pesan-pesan moral kepada seluruh anggotanya.
Dengan menggunakan fasilitas chatting yang memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung.
Dengan cara tulisan yang diakses di internet dan nantinya disebarluaskan agar para komunitas internet bisa membacanya
Kelebihan Internet Sebagai Media Dakwah
Dibandingkan media dakwah yang lain, Internet memiliki tiga keunggulan :
1. Karena sifatnya yang never turn-off (tidak pernah dimatikan) dan
unlimited access (dapat diakses tanpa batas). Internet memberi
keleluasaan kepada penggunanya untuk mengakses dalam kondisi dan situasi
apapun.
2. Internet merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang ingin
berdiskusi tentang pengalaman spiritual yang mungkin tidak rasional dan
bila dibawa pada forum yang biasa akan mengurangi keterbukaannya.
3. Sebagian orang yang memiliki keterbatasan dalam komunikasi sering
kali mendapat kesulitan guna mengatasi dahaga spiritual mereka. Padahal
mereka ingin sekali berdiskusi dan mendapat bimbingan dari para ulama.
Sementara itu ada sebagian orang yang ingin bertanya atau siap berdebat
dengan para ulama untuk mencari kebenaran namun kondisi sering tidak
memungkinkan. Internet hadir sebagai kawan (atau lawan) diskusi
sekaligus pembimbing setia. Para ulama seharusnya dapat menggunakan
internet sebagai media efektif untuk mencapai tujuan dakwahnya.
Perlu diingat bahwa keefektifan media ini juga sangat tergantung pada
umat Islam itu sendiri. Artinya kecakapan dan keikhlasan mereka dalam
berdakwah via internet, serta kesungguhan mereka dalam meredam segala
bentuk perpecahan dan perselisihan intern dalam ummat Islam sangat
berpengaruh dalam sukses tidaknya misi suci ini. Untuk itulah diantara
kewajiban para pemimpin aliran-aliran dalam Islam agar berusaha
semaksimal mungkin untuk dapat merukunkan dan meminimalisisir titik
perbedaan dan berusaha mengedepankan titik persamaan. jika di dalamnya
terdapatnya unsur ajakan kepada yang hak dan memperingatkan akan yang
bathil.
Dapat disimpulkan bahwa metode ini termasuk jenis dakwah Dakwah bitTadwi
yaitu pola dakwah (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan
kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang
mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Keuntungan lain dari
dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang da’i, atau
penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw
bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya
para syuhada”.
Ada dua komponen penerapan dakwah lewat internet bisa digunakan, yakni
lewat mailing list atau email dan penyaluran informasi melalui
web-site. Namun saat ini yang paling optimal adalah melalui email.
Karena kita tahu, email tidak terlalu membutuhkan teknologi tinggi. Dan
dari segi statistik pun, populasi pengguna email sudah sangat banyak.
Sedangkan bila kita menggunakan web-site atau situs-situs, kebalikannya
dengan email, yakni membutuhkan proses yang lebih panjang dan rumit
kendati dari segi tampilan mungkin menarik. Di samping itu, harus pula
ada provider dan koneksivitas lebih dulu.
F. Pemanfaatan Internet Untuk Berdakwah
Semangat dakwah yang disebut diatas; meskipun hanya satu ayat, merupakan
satu bentuk “tanggung jawab moril” yang sangat mengakar di kalangan
umat Islam. Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus
dilakukan, hingga kini. Setelah beratus tahun berselang sejak dakwah
lisan dikumandangkan oleh Rasulullah, pada masa kini dakwah telah
menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk tulisan
di buku, koran, majalah, tv dan radio mendapatkan komplementernya berupa
text dan hypertext di Internet.
Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini
sebab teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan
akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap
orang, kapan saja, dimana saja dan pada tingkat apa saja. Berbagai
informasi yang dapat diperoleh melalui Internet antara lain lapangan
pekerjaan, olahraga, seni, belanja, perjalanan, kesehatan, permainan,
berita, komunikasi lewat email, mailing list, dan chating, bahkan
artikel-artikel ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, dan lain
sebagainya. Hampir semua bidang tugas manusia, apapun jenisnya, dapat
dicari melalui Internet. Internet sebagai sumber informasi memungkinkan
semua orang untuk terus belajar seumur hidup, kapan dan dimanapun serta
untuk keperluan apapun. Dan untuk kebutuhan belajar bagi setiap
individu, Internet tidak hanya menyediakan fasilitas penelusuran
informasi tetapi juga komunikasi.
Berdakwah merupakan kewajiban setiap manusia, setiap orang dalam
berbagai profesi bisa melaksanakan da’wah. Sebab berda’wah dapat
dilakukan dalam multidemiensi kehidupan. Sebagaimana telah diketahui
bahwa dakwah Islam tidak hanya bi al-lisan (dengan ungkapan/kata-kata),
melainkan juga bi al-kitab (sengan tulis-menulis), bi at-tadbir
(manajemen/pengorganisasian) dan bi al-hal (aksi sosial). Seorang dai
atau muballigh yang baik tidak hanya menguasai materi dakwah, melainkan
juga harus memahami budaya masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya.
Hal itu akan mempermudah dai dalam memilih kata dan menemukan metode apa
yang harus digunakan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Berbicaralah kepada manusia menurut kadar kecerdasan mereka.” (HR.
Muslim).
Matthew DeBell dari The Education Statistics Services Institute (ESSI)
mengatakan bahwa penggunaan komputer dan Internet dapat meningkatkan
kualitas hidup orang setiap hari dan meningkatkan prospek pasar kerja
mereka. Tingkat penggunaan komputer dan Internet dapat dianggap sebagai
indikator standar hidup. Diantara berbagai tujuan orang memanfaatkan
Internet antara lain: Berbagi data penelitian dan pekerjaan diantara
rekan sejawat dan individu-individu dalam profesi yang sama.
Berkomunikasi dengan orang lain dan mengirim file melalui e-mail.
Meminta dan memberikan bantuan dengan mengajukan permasalahan dan
pertanyaan. Memasarkan dan mempublikasikan produk dan jasa. Mengumpulkan
umpan balik dan saran-saran dari para pelanggan dan rekan bisnis.
Menurut Buxbaum memahami informasi berkaitan dengan keahlian teknologi
informasi, tetapi memberikan pengaruh yang lebih luas kepada individu,
sistem pendidikan, dan masyarakat. Keahlian teknologi informasi membuat
seseorang dapat menggunakan komputer, aplikasi perangkat lunak,
database, dan teknologi lain untuk mencapai berbagai tujuan akademis,
pribadi, dan tujuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Individu yang
memiliki kemampuan memahami informasi perlu mengembangkan beberapa
keahlian teknologi.
Secara survey, sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai
efektivitas pemanfaatan internet bagi kepentingan dakwah Islam. Tapi
yang pasti, di kalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet
secara optimal bagi pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya
ditandai dengan banyak bermunculan situs baru bernuansakan Islam. Sebab
itu, bisa dikatakan dakwah melalui internet ini sangat efektif karena
didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi
keislaman dan dakwah bisa disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari
segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat
internet, dapat menjangkau siapapun dan di manapun asalkan yang
bersangkutan mengakses internet. Umat Islam bisa memanfaatkan teknologi
itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan lain-lain.
Dengan adanya globalisasi kompetisi akan semakin berat, sehingga kita
perlu berlomba-lomba menguasai teknologi informasi serta mencari ilmu
pengetahuan sebanyak-banyaknya, oleh karenanya penguasaan teknologi
informasi mutlak diperlukan oleh umat Islam, karena hal itu merupakan
salah satu cara paling efektif guna menyampaikan informasi yang
sebenarnya mengenai agama Islam.
G. Strategi Berdakwah Melalui Internet
Perkataan strategi pada mulanya dihubungkan dengan operasi militer dalam
skala besar-besaran. Oleh sebab itu, strategi dapat berarti “ilmu
tentang perencanaan dan pengarahan operasi militer secara
besar-besaran”. Di samping itu dapat pula berarti “kemampuan yang
terampil dalam menangani dan merencanakan sesuatu”. Sedangkan tujuan
suatu strategi ialah untuk merebut kemenangan atau meraih suatu hasil
yang diinginkan.
Strategi dakwah adalah merupakan metode, siasat, taktik atau manuver
yang dipergunakan dalam aktivitas atau kegiatan dakwah, yang peranannya
sangat menentukan sekali dalam proses pencapaian tujuan dakwah. Seiring
dengan berkembangnya zaman, globalisasi sebagai fenomena terbuka
luasnya ruang dan waktu bukan hanya sebuah keniscayaan yang tidak dapat
ditampik, melainkan juga menguntungkan bagi interaksi peradaban seluruh
umat manusia. Kemunculannya dengan kemajuan peradaban manusia menjadikan
globalisasi sebagai sebuah ideologi bagi masyarakat masa kini yang juga
disebut sebagai masyarakat informasi.
Untuk dapat mencapai tujuan yang tepat dan mendapatkan kebehasilan, maka
seorang da’i harus pandai dalam memilih media dakwah. Masyarakat masa
kini adalah masyarakat plural yang berkembang dengan berbagai kebutuhan
yang praktis, sehingga kecanggihan teknologi mau tidak mau akan
menghadapi dan menjadi idaman dalam kehidupan masyarakat. Kecanggihan
teknologi telah membuka sekat dan menghilangkan batas ruang dan waktu,
sehingga memilih dan menggunakan media dakwah yang tepat sudah merupakan
keharusan dan tuntutan zaman. Dengan demikian, media dakwah merupakan
wasilah bagi keberhasilan dakwah yang dilakukan.
Pendakwah di zaman ini tidak lagi mapan dengan hanya kebolehan berpidato
atau berceramah. Tetapi pendakwah zaman ini adalah penyelidik dan
penggerak kepada penyelesaian masalah semasa secara praktis. Artinya
dalam posisi ini mempunyai kesadaran dan telah menempatkan pada posisi
startegis dengan menghadirkan dan mengikutsertakan teknologi informasi
sebagai mitranya dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Keberadaan internet sebagai media dakwah sudah bukan lagi pada tataran
wacana lagi. Seharusnya para ulama, da’i, dan para pemimpin-pemimpin
Islam sudah menyadari dan segera melakukan langkah-langkah strategis
untuk menjaga dan mentarbiyah generasi-generasi muda kita agar siap dan
matang dalam menghadapi serangan-serangan negatif dari media internet.
Sebuah langkah yang baik telah banyak dilakukan oleh ulama-ulama di
timur tengah dan para cendekiawan Islam di Eropa dan Amerika yang
menyambut media internet sebagai senjata dakwah. Langkah-langkah untuk
berdakwah melalui internet dapat dilakukan dengan membuat
jaringan-jaringan tentang Islam, diantaranya: cybermuslim atau
cyberdakwah, Situs Dakwah Islam, YoutubeIslam atau IslamTube, Website,
Blog dan Jaringan sosial seperti: Facebook dan twitter. Masing-masing
cyber tersebut menyajikan dan menawarkan informasi Islam dengan berbagai
fasilitas dan metode yang beragam variasinya.
Sebagai contoh, situs seorang ulama bernama Salman Audah yang menjadi direktur situs dakwah Islam (www.islamtoday.com)
dengan empat bahasa besar utama dunia, Inggris, Arab, Prancis, dan
Mandarin. Selain Salman, masih ada sosok muallaf bernama Yusuf Estes
yang terkenal dengan YoutubeIslam.com-nya (sekarang IslamTube.com).
Sebuah situs seperti Youtube yang dikelola secara islami. Yusuf juga
diketahui mengelola banyak situs lainnya. Dari dakwahnyalah diketahui
bahwa banyak ratusan bahkan ribuan orang kafir menerima dakwah islam.
Disaat umat lain telah berupaya menyebarkan ajaran dan pandangannya
menggunakan iklan-iklan di televisi, di komunitas maya menggunakan
email, mailing list, forum diskusi, internet messenger, sampai yang
ter-update saat ini (Facebook), Oleh karena itu informasi yang akan
disampaikan dalam berdakwah ini harus bersifat valid, terpercaya, bukan
sebuah fitnah, bersifat konstruktif, membuka dan memperdalam wawasan,
terbuka untuk didiskusikan dan tidak mengandung unsur-unsur lain yang
dapat merusak makna dakwah itu sendiri.
Situs-situs Dakwah
Di Indonesia situs-situs Islam mulai marak sekitar awal tahun 1999. Situs myquran.com, al-islam.or.id, laskarjihad.or.id, kisdi.or.id, pesantrenvirtual.com, iiman.co.id, hidayatullah.com, republika.co.id
dan banyak lagi yang lainnya mulai menyemarakkan Internet dengan
berbagai format sajian. Perkembangannya kemudian semakin pesat di tahun
2000-an dengan masuknya berbagai investasi asing di Indonesia yang
berhubungan dengan Internet. Format penampilan pun berbeda-beda bahkan
semakin tersegmentasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.
Myquran.com menampilkan situs
komunitas kolaboratif dimana pengunjung situs dapat memanfaatkan
berbagai fasilitas yang ada seperti Al Qur’an online, direktori situs
islam, forum diskusi, chatroom, berita serta artikel dan berbagai sarana
interaktif lainnya yang disumbangkan oleh para pengunjung dan
anggotanya. Sasarannya adalah pemakai internet usia 17 sampai 35 tahun
yang merupakan segmen pemakai Internet terbesar dewsa ini. Situs pesantrenvirtual.com
yang dikelola oleh para santri virtual bimbingan KH. Mustopha Bisri
merupakan contoh lain situs Islam yang menyajikan berbagai hasil
konsultasi virtual dengan Pengelola Pesantren. Situs ini awalnya
merupakan komunitas milis yang kemudian di-online-kan menjadi situs.
PadhangMbulan.com merupakan contoh lain situs yang lahir dari komunitas milis yang dikelola oleh Budayawan Emha Aiunun Najib. Cybernasyid.com menyediakan berbagai informasi dan perkembangan nasyid yang mengejutkan dunia seni suara di tanah air. Moslemworld.co.id merupakan contoh situs Islam yang mendapat dukungan dana dari moslemworld.com dari Brunei Darussalam yang menyajikan berbagai referensi dan informasi Islam terkini.
Demikian juga pesantren.net, tazkia.com, ukhuwah.or.id, eramuslim.com, pesantren-online.com, islamlib.com, cybernasyid.com, indohalal.com
dan banyak lagi yang lainnya yang merupakan representasi dakwah
islamiyah baik langsung maupun tidak langsung di Internet. Ini baru
menyebutkan beberapa situs Islam saja. Perkembangan yang lebih pesat
sebenarnya terjadi di komunitas milis islam yang jumlahnya sekarang ini
mencapai ribuan milis Islam dari Indonesia. Kecenderungan yang demikian
tentunya menggembirakan bagi dunia Islam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar