Hadirnya akses internet merupakan media yang tidak bisa dihindari
karena sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi
tingkat global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak
informasi yang dapat dan layak diakses oleh masyarakat internasional,
baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lain-lain. Dimana
munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam
dunia komunikasi dan informasi.
Pada saat pertama kali internet diperkenalkan oleh para ilmuan barat,
hampir dari kebanyakan tokoh Islam merasa curiga dan khawatir akan efek
dari temuan teknologi tersebut. Namun pemikir Islam adalah Syria Dr.
Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi berkata: ternyata jaringan internet
yang hampir menelan seluruh penjuru dunia adalah merupakan lahan luas
yang disitu bertebaran podium-podium yang menyuarakan kepentingan Islam
dengan memperkenalkan, mengajak (dakwah), membela dan memecahkan
berbagai problema.
Dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, diantaranya :
Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,
Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet
bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang
menuntut status hukum syar’i,
Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat.
Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai,
dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari,
Cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas.
Apabila dakwah itu sendiri tidak diartikan dengan makna yang sempit,
seperti yang telah diyakini oleh sebagian kalangan komunitas muslim.
Dengan menggembar-gemborkan dakwah harus secara formalitas, seperti
berpakaian gamis, kopiyah menempel di atas kepala, dengan jenggot
menghelai panjang, tasbih menggayut ditangan kanan dan keliling berjalan
kaki door to door. Pada hakekatnya ada metode lain yang bisa di
sampaikan yaitu :
Dengan menggunakan fasilitas website seperti yang telah dilakukan oleh
banyak organisasi Islam maupun tokoh-tokoh ulama. Berdakwah dengan
menggunakan fasilitas ini dianggap lebih fleksibel dan luas jika
dibandingkan dengan dua fasilitas berikutnya.
Dengan menggunakan fasilitas mailing list dengan mengajak diskusi
keagamaan atau mengirim pesan-pesan moral kepada seluruh anggotanya.
Dengan menggunakan fasilitas chatting yang memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung.
Dengan cara tulisan yang diakses di internet dan nantinya disebarluaskan agar para komunitas internet bisa membacanya
Kelebihan Internet Sebagai Media Dakwah
Dibandingkan media dakwah yang lain, Internet memiliki tiga keunggulan :
1. Karena sifatnya yang never turn-off (tidak pernah dimatikan) dan
unlimited access (dapat diakses tanpa batas). Internet memberi
keleluasaan kepada penggunanya untuk mengakses dalam kondisi dan situasi
apapun.
2. Internet merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang ingin
berdiskusi tentang pengalaman spiritual yang mungkin tidak rasional dan
bila dibawa pada forum yang biasa akan mengurangi keterbukaannya.
3. Sebagian orang yang memiliki keterbatasan dalam komunikasi sering
kali mendapat kesulitan guna mengatasi dahaga spiritual mereka. Padahal
mereka ingin sekali berdiskusi dan mendapat bimbingan dari para ulama.
Sementara itu ada sebagian orang yang ingin bertanya atau siap berdebat
dengan para ulama untuk mencari kebenaran namun kondisi sering tidak
memungkinkan. Internet hadir sebagai kawan (atau lawan) diskusi
sekaligus pembimbing setia. Para ulama seharusnya dapat menggunakan
internet sebagai media efektif untuk mencapai tujuan dakwahnya.
Perlu diingat bahwa keefektifan media ini juga sangat tergantung pada
umat Islam itu sendiri. Artinya kecakapan dan keikhlasan mereka dalam
berdakwah via internet, serta kesungguhan mereka dalam meredam segala
bentuk perpecahan dan perselisihan intern dalam ummat Islam sangat
berpengaruh dalam sukses tidaknya misi suci ini. Untuk itulah diantara
kewajiban para pemimpin aliran-aliran dalam Islam agar berusaha
semaksimal mungkin untuk dapat merukunkan dan meminimalisisir titik
perbedaan dan berusaha mengedepankan titik persamaan. jika di dalamnya
terdapatnya unsur ajakan kepada yang hak dan memperingatkan akan yang
bathil.
Dapat disimpulkan bahwa metode ini termasuk jenis dakwah Dakwah bitTadwi
yaitu pola dakwah (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan
kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang
mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Keuntungan lain dari
dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang da’i, atau
penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw
bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya
para syuhada”.
Ada dua komponen penerapan dakwah lewat internet bisa digunakan, yakni
lewat mailing list atau email dan penyaluran informasi melalui
web-site. Namun saat ini yang paling optimal adalah melalui email.
Karena kita tahu, email tidak terlalu membutuhkan teknologi tinggi. Dan
dari segi statistik pun, populasi pengguna email sudah sangat banyak.
Sedangkan bila kita menggunakan web-site atau situs-situs, kebalikannya
dengan email, yakni membutuhkan proses yang lebih panjang dan rumit
kendati dari segi tampilan mungkin menarik. Di samping itu, harus pula
ada provider dan koneksivitas lebih dulu.
F. Pemanfaatan Internet Untuk Berdakwah
Semangat dakwah yang disebut diatas; meskipun hanya satu ayat, merupakan
satu bentuk “tanggung jawab moril” yang sangat mengakar di kalangan
umat Islam. Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus
dilakukan, hingga kini. Setelah beratus tahun berselang sejak dakwah
lisan dikumandangkan oleh Rasulullah, pada masa kini dakwah telah
menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk tulisan
di buku, koran, majalah, tv dan radio mendapatkan komplementernya berupa
text dan hypertext di Internet.
Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini
sebab teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan
akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap
orang, kapan saja, dimana saja dan pada tingkat apa saja. Berbagai
informasi yang dapat diperoleh melalui Internet antara lain lapangan
pekerjaan, olahraga, seni, belanja, perjalanan, kesehatan, permainan,
berita, komunikasi lewat email, mailing list, dan chating, bahkan
artikel-artikel ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, dan lain
sebagainya. Hampir semua bidang tugas manusia, apapun jenisnya, dapat
dicari melalui Internet. Internet sebagai sumber informasi memungkinkan
semua orang untuk terus belajar seumur hidup, kapan dan dimanapun serta
untuk keperluan apapun. Dan untuk kebutuhan belajar bagi setiap
individu, Internet tidak hanya menyediakan fasilitas penelusuran
informasi tetapi juga komunikasi.
Berdakwah merupakan kewajiban setiap manusia, setiap orang dalam
berbagai profesi bisa melaksanakan da’wah. Sebab berda’wah dapat
dilakukan dalam multidemiensi kehidupan. Sebagaimana telah diketahui
bahwa dakwah Islam tidak hanya bi al-lisan (dengan ungkapan/kata-kata),
melainkan juga bi al-kitab (sengan tulis-menulis), bi at-tadbir
(manajemen/pengorganisasian) dan bi al-hal (aksi sosial). Seorang dai
atau muballigh yang baik tidak hanya menguasai materi dakwah, melainkan
juga harus memahami budaya masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya.
Hal itu akan mempermudah dai dalam memilih kata dan menemukan metode apa
yang harus digunakan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Berbicaralah kepada manusia menurut kadar kecerdasan mereka.” (HR.
Muslim).
Matthew DeBell dari The Education Statistics Services Institute (ESSI)
mengatakan bahwa penggunaan komputer dan Internet dapat meningkatkan
kualitas hidup orang setiap hari dan meningkatkan prospek pasar kerja
mereka. Tingkat penggunaan komputer dan Internet dapat dianggap sebagai
indikator standar hidup. Diantara berbagai tujuan orang memanfaatkan
Internet antara lain: Berbagi data penelitian dan pekerjaan diantara
rekan sejawat dan individu-individu dalam profesi yang sama.
Berkomunikasi dengan orang lain dan mengirim file melalui e-mail.
Meminta dan memberikan bantuan dengan mengajukan permasalahan dan
pertanyaan. Memasarkan dan mempublikasikan produk dan jasa. Mengumpulkan
umpan balik dan saran-saran dari para pelanggan dan rekan bisnis.
Menurut Buxbaum memahami informasi berkaitan dengan keahlian teknologi
informasi, tetapi memberikan pengaruh yang lebih luas kepada individu,
sistem pendidikan, dan masyarakat. Keahlian teknologi informasi membuat
seseorang dapat menggunakan komputer, aplikasi perangkat lunak,
database, dan teknologi lain untuk mencapai berbagai tujuan akademis,
pribadi, dan tujuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Individu yang
memiliki kemampuan memahami informasi perlu mengembangkan beberapa
keahlian teknologi.
Secara survey, sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai
efektivitas pemanfaatan internet bagi kepentingan dakwah Islam. Tapi
yang pasti, di kalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet
secara optimal bagi pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya
ditandai dengan banyak bermunculan situs baru bernuansakan Islam. Sebab
itu, bisa dikatakan dakwah melalui internet ini sangat efektif karena
didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi
keislaman dan dakwah bisa disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari
segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat
internet, dapat menjangkau siapapun dan di manapun asalkan yang
bersangkutan mengakses internet. Umat Islam bisa memanfaatkan teknologi
itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan lain-lain.
Dengan adanya globalisasi kompetisi akan semakin berat, sehingga kita
perlu berlomba-lomba menguasai teknologi informasi serta mencari ilmu
pengetahuan sebanyak-banyaknya, oleh karenanya penguasaan teknologi
informasi mutlak diperlukan oleh umat Islam, karena hal itu merupakan
salah satu cara paling efektif guna menyampaikan informasi yang
sebenarnya mengenai agama Islam.
G. Strategi Berdakwah Melalui Internet
Perkataan strategi pada mulanya dihubungkan dengan operasi militer dalam
skala besar-besaran. Oleh sebab itu, strategi dapat berarti “ilmu
tentang perencanaan dan pengarahan operasi militer secara
besar-besaran”. Di samping itu dapat pula berarti “kemampuan yang
terampil dalam menangani dan merencanakan sesuatu”. Sedangkan tujuan
suatu strategi ialah untuk merebut kemenangan atau meraih suatu hasil
yang diinginkan.
Strategi dakwah adalah merupakan metode, siasat, taktik atau manuver
yang dipergunakan dalam aktivitas atau kegiatan dakwah, yang peranannya
sangat menentukan sekali dalam proses pencapaian tujuan dakwah. Seiring
dengan berkembangnya zaman, globalisasi sebagai fenomena terbuka
luasnya ruang dan waktu bukan hanya sebuah keniscayaan yang tidak dapat
ditampik, melainkan juga menguntungkan bagi interaksi peradaban seluruh
umat manusia. Kemunculannya dengan kemajuan peradaban manusia menjadikan
globalisasi sebagai sebuah ideologi bagi masyarakat masa kini yang juga
disebut sebagai masyarakat informasi.
Untuk dapat mencapai tujuan yang tepat dan mendapatkan kebehasilan, maka
seorang da’i harus pandai dalam memilih media dakwah. Masyarakat masa
kini adalah masyarakat plural yang berkembang dengan berbagai kebutuhan
yang praktis, sehingga kecanggihan teknologi mau tidak mau akan
menghadapi dan menjadi idaman dalam kehidupan masyarakat. Kecanggihan
teknologi telah membuka sekat dan menghilangkan batas ruang dan waktu,
sehingga memilih dan menggunakan media dakwah yang tepat sudah merupakan
keharusan dan tuntutan zaman. Dengan demikian, media dakwah merupakan
wasilah bagi keberhasilan dakwah yang dilakukan.
Pendakwah di zaman ini tidak lagi mapan dengan hanya kebolehan berpidato
atau berceramah. Tetapi pendakwah zaman ini adalah penyelidik dan
penggerak kepada penyelesaian masalah semasa secara praktis. Artinya
dalam posisi ini mempunyai kesadaran dan telah menempatkan pada posisi
startegis dengan menghadirkan dan mengikutsertakan teknologi informasi
sebagai mitranya dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Keberadaan internet sebagai media dakwah sudah bukan lagi pada tataran
wacana lagi. Seharusnya para ulama, da’i, dan para pemimpin-pemimpin
Islam sudah menyadari dan segera melakukan langkah-langkah strategis
untuk menjaga dan mentarbiyah generasi-generasi muda kita agar siap dan
matang dalam menghadapi serangan-serangan negatif dari media internet.
Sebuah langkah yang baik telah banyak dilakukan oleh ulama-ulama di
timur tengah dan para cendekiawan Islam di Eropa dan Amerika yang
menyambut media internet sebagai senjata dakwah. Langkah-langkah untuk
berdakwah melalui internet dapat dilakukan dengan membuat
jaringan-jaringan tentang Islam, diantaranya: cybermuslim atau
cyberdakwah, Situs Dakwah Islam, YoutubeIslam atau IslamTube, Website,
Blog dan Jaringan sosial seperti: Facebook dan twitter. Masing-masing
cyber tersebut menyajikan dan menawarkan informasi Islam dengan berbagai
fasilitas dan metode yang beragam variasinya.
Sebagai contoh, situs seorang ulama bernama Salman Audah yang menjadi direktur situs dakwah Islam (www.islamtoday.com)
dengan empat bahasa besar utama dunia, Inggris, Arab, Prancis, dan
Mandarin. Selain Salman, masih ada sosok muallaf bernama Yusuf Estes
yang terkenal dengan YoutubeIslam.com-nya (sekarang IslamTube.com).
Sebuah situs seperti Youtube yang dikelola secara islami. Yusuf juga
diketahui mengelola banyak situs lainnya. Dari dakwahnyalah diketahui
bahwa banyak ratusan bahkan ribuan orang kafir menerima dakwah islam.
Disaat umat lain telah berupaya menyebarkan ajaran dan pandangannya
menggunakan iklan-iklan di televisi, di komunitas maya menggunakan
email, mailing list, forum diskusi, internet messenger, sampai yang
ter-update saat ini (Facebook), Oleh karena itu informasi yang akan
disampaikan dalam berdakwah ini harus bersifat valid, terpercaya, bukan
sebuah fitnah, bersifat konstruktif, membuka dan memperdalam wawasan,
terbuka untuk didiskusikan dan tidak mengandung unsur-unsur lain yang
dapat merusak makna dakwah itu sendiri.
Situs-situs Dakwah
Di Indonesia situs-situs Islam mulai marak sekitar awal tahun 1999. Situs myquran.com, al-islam.or.id, laskarjihad.or.id, kisdi.or.id, pesantrenvirtual.com, iiman.co.id, hidayatullah.com, republika.co.id
dan banyak lagi yang lainnya mulai menyemarakkan Internet dengan
berbagai format sajian. Perkembangannya kemudian semakin pesat di tahun
2000-an dengan masuknya berbagai investasi asing di Indonesia yang
berhubungan dengan Internet. Format penampilan pun berbeda-beda bahkan
semakin tersegmentasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.
Myquran.com menampilkan situs
komunitas kolaboratif dimana pengunjung situs dapat memanfaatkan
berbagai fasilitas yang ada seperti Al Qur’an online, direktori situs
islam, forum diskusi, chatroom, berita serta artikel dan berbagai sarana
interaktif lainnya yang disumbangkan oleh para pengunjung dan
anggotanya. Sasarannya adalah pemakai internet usia 17 sampai 35 tahun
yang merupakan segmen pemakai Internet terbesar dewsa ini. Situs pesantrenvirtual.com
yang dikelola oleh para santri virtual bimbingan KH. Mustopha Bisri
merupakan contoh lain situs Islam yang menyajikan berbagai hasil
konsultasi virtual dengan Pengelola Pesantren. Situs ini awalnya
merupakan komunitas milis yang kemudian di-online-kan menjadi situs.
PadhangMbulan.com merupakan contoh lain situs yang lahir dari komunitas milis yang dikelola oleh Budayawan Emha Aiunun Najib. Cybernasyid.com menyediakan berbagai informasi dan perkembangan nasyid yang mengejutkan dunia seni suara di tanah air. Moslemworld.co.id merupakan contoh situs Islam yang mendapat dukungan dana dari moslemworld.com dari Brunei Darussalam yang menyajikan berbagai referensi dan informasi Islam terkini.
Demikian juga pesantren.net, tazkia.com, ukhuwah.or.id, eramuslim.com, pesantren-online.com, islamlib.com, cybernasyid.com, indohalal.com
dan banyak lagi yang lainnya yang merupakan representasi dakwah
islamiyah baik langsung maupun tidak langsung di Internet. Ini baru
menyebutkan beberapa situs Islam saja. Perkembangan yang lebih pesat
sebenarnya terjadi di komunitas milis islam yang jumlahnya sekarang ini
mencapai ribuan milis Islam dari Indonesia. Kecenderungan yang demikian
tentunya menggembirakan bagi dunia Islam.
Jumat, 02 Juni 2017
Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi Tantangan Hidup
– Apakah
itu kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, kehilangan orang yang
dicintai, perkawinan gagal atau patah hati, hidup akan memaksa Anda
untuk menghadapi tantangan di setiap langkah perjalanan. Satu-satunya
hal yang Anda perlukan adalah, Anda harus selalu siap setiap saat untuk
menghadapi tantangan tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang harus
dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan.
Jika Anda berharap diberikan kemudahan dan kelancaran dalam hidup, Anda mungkin akan berakhir menjadi orang yang mudah terpukul ketika Anda dihadapkan dengan realitas brutal kehidupan. Tapi, jika Anda memandang hidup Anda adalah sebuah rintangan di sepanjang jalan, maka Anda akan terbiasa ketika Anda menghadapi cobaan tanpa kekecewaan. Anda sudah bisa berdamai dengan pahit manis kehidupan. Maka, mulailah mempersiapkan diri untuk tantangan hidup dengan meniadakan harapan diberikan kemudahan hidup.
2. Jadilah tangguh
Jika Anda berpikir bahwa Anda akan memiliki kemudahan dalam hidup tanpa menggerakkan jari, Anda mungkin jauh dari realitas kerasnya rimba kehidupan. Jangan mencoba menjadi orang tangguh ketika Anda benar-benar menghadapi tantangan saja. Anda tetap harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kesulitan dalam hidup dengan menjadi tangguh secara alami meskipun Anda berada di masa kejayaan. Ketangguhan diri dapat mencakup membangun kepercayaan diri, tingginya kualitas diri, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan ketekunan.
3. Membekali diri dengan bantuan dan dukungan
Dukungan dari guru spiritual, teman, dan keluarga adalah penting untuk membantu Anda melalui masa-masa sulit dalam hidup Anda. Jika Anda memiliki dukungan dari guru spiritual Anda, teman-teman yang baik, dorongan dari anggota keluarga dan motivasi dari kolega di sisi Anda, Anda akan lebih siap secara rohani, emosional, dan psikologis untuk menangani krisis ketika menyerang hidup Anda.
4. Kurangi kebiasaan bereaksi tergesa-gesa
Apakah Anda memiliki kebiasaan memberikan reaksi terlalu gegabah tanpa melihat ada apa dibalik sebuah peristiwa? Apakah Anda bereaksi tanpa berpikir panjang atau menyusun strategi? Jika Anda memiliki kebiasaan tersebut, yang terbaik adalah dengan cara mengambil langkah-langkah tepat untuk menghilangkannya segera. Karena kebiasaan ini dapat menghalangi keberhasilan Anda dalam menghadapi bola panas kehidupan. Menghadapi krisis membutuhkan pikiran yang tenang untuk bisa memikirkan situasi dan bereaksi dengan cara yang terukur.
5. Pelajari cara untuk melihat hal-hal secara obyektif
Anda harus menumbuhkan kebiasaan melihat situasi, hal-hal, dan orang-orang secara obyektif jika Anda ingin selalu siap menghadapi pertempuran besar dalam hidup Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya mengambil jalan keluar dari situasi bermasalah dengan perspektif mata burung, Anda mungkin tidak dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi setiap masalah. Anda perlu untuk memiliki obyektivitas agar menemukan jalan keluar dari tantangan hidup.
6. Belajarlah untuk menjadi fleksibel sesuai dengan situasi
Jangan menjadi orang berpikiran sempit, karena kehidupan terus berevolusi. Fleksibilitas dan adaptasi adalah kualitas yang sangat penting dalam menghadapi tantangan berat dalam hidup. Anda harus memiliki sikap yang fleksibel untuk membantu Anda beradaptasi dengan setiap situasi. Misalnya, jika bisnis Anda bangkrut dan Anda dipaksa untuk memulai lagi mengembangkan bisnis baru, Anda harus cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan keadaan baru Anda. Anda tidak bisa menyalahkan situasi, karena situasi akan terus berubah dari waktu ke waktu.
7. Jangan mudah berhenti berusaha
Jika kegigihan tidak tertanam dalam DNA Anda secara alami, Anda akan merasa kesulitan untuk bersiap menghadapi tantangan kehidupan, sekalipun itu tantangan sederhana. Selalu diingat, bahwa seorang pemenang terus mencoba lagi dan lagi untuk mengatasi tantangan sampai mencapai keberhasilan, sedangkan seorang pecundang selalu mencari cara curang atau melarikan diri dari tantangan. Jika Anda ingin menang di semua arena tantangan hidup, maka Anda harus melepaskan kebiasaan Anda berhenti berusaha.
“Cobaan dalam hidup tidak dimaksudkan untuk membuat Anda takut. Tetapi, membantu Anda menemukan ‘Siapa Diri Anda?’, dan seberapa jauh Anda mampu melampaui diri Anda sendiri.”1. Jangan berharap kemudahan dalam hidup
Jika Anda berharap diberikan kemudahan dan kelancaran dalam hidup, Anda mungkin akan berakhir menjadi orang yang mudah terpukul ketika Anda dihadapkan dengan realitas brutal kehidupan. Tapi, jika Anda memandang hidup Anda adalah sebuah rintangan di sepanjang jalan, maka Anda akan terbiasa ketika Anda menghadapi cobaan tanpa kekecewaan. Anda sudah bisa berdamai dengan pahit manis kehidupan. Maka, mulailah mempersiapkan diri untuk tantangan hidup dengan meniadakan harapan diberikan kemudahan hidup.
2. Jadilah tangguh
Jika Anda berpikir bahwa Anda akan memiliki kemudahan dalam hidup tanpa menggerakkan jari, Anda mungkin jauh dari realitas kerasnya rimba kehidupan. Jangan mencoba menjadi orang tangguh ketika Anda benar-benar menghadapi tantangan saja. Anda tetap harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kesulitan dalam hidup dengan menjadi tangguh secara alami meskipun Anda berada di masa kejayaan. Ketangguhan diri dapat mencakup membangun kepercayaan diri, tingginya kualitas diri, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan ketekunan.
3. Membekali diri dengan bantuan dan dukungan
Dukungan dari guru spiritual, teman, dan keluarga adalah penting untuk membantu Anda melalui masa-masa sulit dalam hidup Anda. Jika Anda memiliki dukungan dari guru spiritual Anda, teman-teman yang baik, dorongan dari anggota keluarga dan motivasi dari kolega di sisi Anda, Anda akan lebih siap secara rohani, emosional, dan psikologis untuk menangani krisis ketika menyerang hidup Anda.
4. Kurangi kebiasaan bereaksi tergesa-gesa
Apakah Anda memiliki kebiasaan memberikan reaksi terlalu gegabah tanpa melihat ada apa dibalik sebuah peristiwa? Apakah Anda bereaksi tanpa berpikir panjang atau menyusun strategi? Jika Anda memiliki kebiasaan tersebut, yang terbaik adalah dengan cara mengambil langkah-langkah tepat untuk menghilangkannya segera. Karena kebiasaan ini dapat menghalangi keberhasilan Anda dalam menghadapi bola panas kehidupan. Menghadapi krisis membutuhkan pikiran yang tenang untuk bisa memikirkan situasi dan bereaksi dengan cara yang terukur.
5. Pelajari cara untuk melihat hal-hal secara obyektif
Anda harus menumbuhkan kebiasaan melihat situasi, hal-hal, dan orang-orang secara obyektif jika Anda ingin selalu siap menghadapi pertempuran besar dalam hidup Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya mengambil jalan keluar dari situasi bermasalah dengan perspektif mata burung, Anda mungkin tidak dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi setiap masalah. Anda perlu untuk memiliki obyektivitas agar menemukan jalan keluar dari tantangan hidup.
6. Belajarlah untuk menjadi fleksibel sesuai dengan situasi
Jangan menjadi orang berpikiran sempit, karena kehidupan terus berevolusi. Fleksibilitas dan adaptasi adalah kualitas yang sangat penting dalam menghadapi tantangan berat dalam hidup. Anda harus memiliki sikap yang fleksibel untuk membantu Anda beradaptasi dengan setiap situasi. Misalnya, jika bisnis Anda bangkrut dan Anda dipaksa untuk memulai lagi mengembangkan bisnis baru, Anda harus cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan keadaan baru Anda. Anda tidak bisa menyalahkan situasi, karena situasi akan terus berubah dari waktu ke waktu.
7. Jangan mudah berhenti berusaha
Jika kegigihan tidak tertanam dalam DNA Anda secara alami, Anda akan merasa kesulitan untuk bersiap menghadapi tantangan kehidupan, sekalipun itu tantangan sederhana. Selalu diingat, bahwa seorang pemenang terus mencoba lagi dan lagi untuk mengatasi tantangan sampai mencapai keberhasilan, sedangkan seorang pecundang selalu mencari cara curang atau melarikan diri dari tantangan. Jika Anda ingin menang di semua arena tantangan hidup, maka Anda harus melepaskan kebiasaan Anda berhenti berusaha.
Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Informasi dilihat dari Beberapa Aspek
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dengan semakin berkembangnya zaman,
banyak penemuan-penemuan yang sangat membantu kita dalam melaksanakan
aktivitas. salah satunya teknologi informasi dan telekomunikasi yang sering
digunakan masyarakat dikarenakan dapat memberikan informasi-informasi yang kita
butuhkan dengan tidak memakan waktu banyak serta tanpa dibatasi oleh batas
negara. Namun, dari kelebihan-kelebihan teknologi informasi dan telekomunikasi
terdapat kekurangan yang tanpa disadari menimbulkan efek-efek yang besar
terhadap penggunanya.
Berikut 10 Kelebihan dan 10
Kekurangan Teknologi Informasi dan Komunikasi :
Dari
Segi Sosial
1. Kelebihan : TIK sangat membantu penggunanya untuk
berkomunikasi dengan saudara, teman, ataupun banyak orang dengan cara yang
mudah serta tanpa dibatasi oleh batas negara Kekurangan : Dengan semakin seringnya kita berkomunikasi
lewat TIK, kita menjadi malas untuk
berjumpa langsung (face to face).
Karena sudah terbiasa dengan cara yang lebih mudah.
2. Kelebihan : TIK memberikan banyak manfaat dibidang informasi yang kita
butuhkan Kekurangan : Dengan
semakin pesatnya TIK dapat memberikan peluang masuknya video yang berbau
pornografi, kekerasan serta pornoaksi.
Dari
Segi Pendidikan
3. Kelebihan : TIK sangat membantu dalam proses pembelajaran dimana segala
informasi pendidikan dapat diakses dengan cara lebih mudah dan cepat.
·
Kekurangan : Dengan pelayanan TIK yang menawarkan kemudahan didalam proses
pembelajaran, membuat kita menjadi malas untuk membaca buku-buku pendidikan.
Karena terpengaruh dengan hal-hal yang instan.
Dari
Segi Hiburan
4. Kelebihan : TIK menawarkan permainan-permainan yang dapat menghilangkan
kejenuhan dan dapat menimbulkan strategi didalam berpikir.
·
Kekurangan : Dengan terlalu seringnya kita memanfaatkan TIK sebagai bahan
hiburan, tidak dapat dipungkiri akan banyak waktu yang terbuang sia-sia.
Padahal kita dapat menggunakan waktu tersebut dengan hal-hal yang lebih
bermanfaat.
Dari
Segi Ekonomi
5. Kelebihan : Kita dapat mempergunakan TIK untuk mengadakan
transaksi-transaksi bisnis maupun jual-beli dengan mudah dan cepat tanpa
dibatasi oleh batas negara.
·
Kekurangan : Dengan transaksi melalui TIK, tidak dapat dipungkiri akan
terjadi hal-hal yang melanggar aturan seperti transaksi obat terlarang
(Narkoba), transaksi perdagangan manusia.
6. Kelebihan : Dengan TIK mempermudah dalam mempromosikan
produk.
·
Kekurangan : Dengan transaksi ini, memberikan peluang besar untuk melakukan
tindak pidana penipuan, pembobolan rekening dan sebagainya.
Dari
Segi Pemerintahan
7. Kelebihan : Dengan TIK, Pemerintah dapat dengan mudah menyampaikan
kebijakan program pemerintah kepada masyarakat. Dan masyarakat dengan bebas
memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah melalui TIK.
·
Kekurangan : Dengan bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah sehingga
tidak dapat dipungkiri akan terjadi peluang-peluang untuk melakukan cyber crime
seperti pembobolan situs KPU disaat diadakan pemilu.
Dari
Segi Media Internet
8.
Kelebihan : Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh
waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak pernah tidur.
Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet
kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Kekurangan : Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya,
namun tidak semuanya kita butuhkan.
9.
Kelebihan : Bergaul di dunia maya melalui website social networking. Situs
seperti facebook.com, twitter.com, koprol.com, friendster.com dsb dapat
kita manfaatkan untuk menjalin silahturahmi secara online.
· Kekurangan : Adanya
ancaman dari virus-virus yang ada di dunia maya, kadang seseorang sengaja
melakukan penyebaran virus supaya para pengguna internet dapat terpengaruh,
makanya hati-hatilah ketika anda masuk ke suatu website.
10.
Kelebihan : Untuk sebagian orang internet tidak asing di
kalangan pemakai internet atau yang lebih di katakan adalah pencinta teknologi.
· Kekurangan : Tapi
dalam Internet banyak Pengaksesan situs - situs yang tidak baik.
Pembelajaran Berbasis IT
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
Istilah
media berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang memiliki arti
perantara. Dalam Dictionary of Education, disebutkan bahwa media adalah
bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Sebagai
perantara, maka media ini dapat berupa koran, radio, televisi bahkan
komputer.
Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut, dalam proses pembelajaran dikenal pula istilah media pembelajaran.
Suyitno (1997) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai belajar dan alat bantu mengajar. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, maka media belajar ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan ajar yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa.
Kegunaan Media Pendidikan dalam Proses Pembelajaran
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan berkala)
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
- Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita gambar, film bingkai, film, atau model
- Objek yang kecil dibantu proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar
- Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography
- Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai
- Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
- Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dll
c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
- Menimbulkan kegairahan belajar
- Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
- Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
d. Dengan sifat unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dam materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
- Memberikan perangsang yang sama
- Mempersamakan pengalaman
- Menimbulkan persepsi yang sama
Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut, dalam proses pembelajaran dikenal pula istilah media pembelajaran.
Suyitno (1997) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai belajar dan alat bantu mengajar. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, maka media belajar ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bahan ajar yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa.
Kegunaan Media Pendidikan dalam Proses Pembelajaran
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan berkala)
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
- Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita gambar, film bingkai, film, atau model
- Objek yang kecil dibantu proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar
- Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography
- Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai
- Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain
- Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dll
c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
- Menimbulkan kegairahan belajar
- Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
- Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
d. Dengan sifat unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dam materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
- Memberikan perangsang yang sama
- Mempersamakan pengalaman
- Menimbulkan persepsi yang sama
Media
yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian
harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala
sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan
pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran, dan
bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut, khususnya
menggunakan presntasi power point dimana anak didik mempunyai keinginan
untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan
dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.
Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka.
Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.
Ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar, yakni :
a. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar,
b. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu
c. ada perbedaan karakteristik setiap media
d. ada perbedaan pemakai media tersebut
e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan
Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.
Jenis-Jenis Media Berbasis TIK
Saat ini, dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Pada pembahasan ini, media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Beberapa media yang dimaksud adalah komputer (internet), peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD.
1. Komputer
Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4, saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core, telah muncul pula AMD 690. Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat, sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat
2. Peralatan Audio
Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan.
Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player, dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Sebagai sebuah player, maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Seringkali kita jumpai, alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint
3. Peralatan Visual
Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Pada awalnya, penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien, karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Hanya saja, saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik, dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat, selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar, sehingga dipandang tidak praktis. Terlebih, hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih.Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Dengan kata lain, pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah.
Perkembangan teknologi informasi saat ini, pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya, sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli.
Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. Dulu, komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia, mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik.
Penentuan dan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor.
Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.
Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang sauah terkoneksikan dengan LCD Proyektor.
Penggunaan Jaringan Komputer/Internet untuk Pembelajaran
Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial, dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok
Bentuk-Bentuk Produk Pembelajaran Berbasis TIK
1. Presentasi Power Point.
Ini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling mudah dan paling praktis sehingga paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan pembicara, baik pembicara seminar, workshop, dan juga guru di kelas. Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar. Justru dengan kesederhanaan ini lah yang menyebabkan hal ini sangat mudah dipelajari. Apakah hasilnya menjadi sangat sederhana? Belum tentu. Dengan kreatifitas lebih, Power Point dapat dioptimalkan dengan baik untuk membuat paket media ajar yang berkualitas.
2. CD Media Ajar Berbasis HTML.
Ketika kita membeli majalah-majalah komputer, sering kali kita mendapatkan CD yang begitu kita masukkan ke dalam CD ROM, dia langsung nge-load internet browser dan menampilkan menu dan konten CD tersebut. Bahasa HTML adalah bahasa yang biasanya dipergunakan dalam menampilkan halaman web. Halaman HTML dapat dibuat dengan mudah dibuat. Tentunya, akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan dalam membuat tampilan. Setiap topik atau bahasan yang berhubungan dapat dengan mudah dihubungkan dengan link (hyperlink). Sama persis dengan halaman web, namun sekarang kita buat dalam bentuk CD. Caranyapun sangat mudah, kumpulkan semua materi kerja dalam satu folder. Seluruh folder ini harus tercopy ke dalam CD dengan letak file dan struktur folder yang sama persis dengan saat pembuatan. Jangan lupa mengemas CD tersebut dalam bentuk autorun CD. Caranya pun juga sangat mudah, cukup dengan menambahkan file ‘autorun.inf’, definisikan file inisiasi yang akan dibuka dengan file tersebut.
3. Video Pembelajaran.
Prinsipnya adalah, CD pembelajaran itu nanti berupa video hasil rekaman aktifitas pembelajaran yang direkam dan ditampilkan dalam bentuk video. Karena bentuknya video, maka dia akan mengalir seperti orang nonton film. Tidak ada fasilitas interlinking dalam film tadi. Bahan video bisa berasal dari rekaman anda yang seolah-olah sedang mengajar di lab, sedang mengerjakan workshop, rekaman desktop dengan Camtasia, atau bisa juga mencari dari situs-situs social video hosting seperti youtube.com, teacherstube.com, metacafe.com, dan sebagainya. Kemudian, potongan-potongan video diolah dengan perangkat lunak video editting (misalnya ULead Video Editor), ditambahi elemen text, diberikan efek-efek, dan juga perlu diberikan dubbing suara guru. Perangkat yang dibutuhkan diantaranya kamera digital dan handycam (kalo tidak ada, mungkin camera handphone pun juga bisa, dengan kualitas terbatas).
4. Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi
a. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar,
b. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu
c. ada perbedaan karakteristik setiap media
d. ada perbedaan pemakai media tersebut
e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan
Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.
Jenis-Jenis Media Berbasis TIK
Saat ini, dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Pada pembahasan ini, media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Beberapa media yang dimaksud adalah komputer (internet), peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD.
1. Komputer
Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4, saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core, telah muncul pula AMD 690. Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat, sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat
2. Peralatan Audio
Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan.
Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player, dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Sebagai sebuah player, maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Seringkali kita jumpai, alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint
3. Peralatan Visual
Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Pada awalnya, penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien, karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Hanya saja, saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik, dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat, selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar, sehingga dipandang tidak praktis. Terlebih, hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih.Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Dengan kata lain, pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah.
Perkembangan teknologi informasi saat ini, pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya, sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli.
Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. Dulu, komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia, mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik.
Penentuan dan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor.
Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.
Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang sauah terkoneksikan dengan LCD Proyektor.
Penggunaan Jaringan Komputer/Internet untuk Pembelajaran
Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial, dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok
Bentuk-Bentuk Produk Pembelajaran Berbasis TIK
1. Presentasi Power Point.
Ini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling mudah dan paling praktis sehingga paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan pembicara, baik pembicara seminar, workshop, dan juga guru di kelas. Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar. Justru dengan kesederhanaan ini lah yang menyebabkan hal ini sangat mudah dipelajari. Apakah hasilnya menjadi sangat sederhana? Belum tentu. Dengan kreatifitas lebih, Power Point dapat dioptimalkan dengan baik untuk membuat paket media ajar yang berkualitas.
2. CD Media Ajar Berbasis HTML.
Ketika kita membeli majalah-majalah komputer, sering kali kita mendapatkan CD yang begitu kita masukkan ke dalam CD ROM, dia langsung nge-load internet browser dan menampilkan menu dan konten CD tersebut. Bahasa HTML adalah bahasa yang biasanya dipergunakan dalam menampilkan halaman web. Halaman HTML dapat dibuat dengan mudah dibuat. Tentunya, akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan dalam membuat tampilan. Setiap topik atau bahasan yang berhubungan dapat dengan mudah dihubungkan dengan link (hyperlink). Sama persis dengan halaman web, namun sekarang kita buat dalam bentuk CD. Caranyapun sangat mudah, kumpulkan semua materi kerja dalam satu folder. Seluruh folder ini harus tercopy ke dalam CD dengan letak file dan struktur folder yang sama persis dengan saat pembuatan. Jangan lupa mengemas CD tersebut dalam bentuk autorun CD. Caranya pun juga sangat mudah, cukup dengan menambahkan file ‘autorun.inf’, definisikan file inisiasi yang akan dibuka dengan file tersebut.
3. Video Pembelajaran.
Prinsipnya adalah, CD pembelajaran itu nanti berupa video hasil rekaman aktifitas pembelajaran yang direkam dan ditampilkan dalam bentuk video. Karena bentuknya video, maka dia akan mengalir seperti orang nonton film. Tidak ada fasilitas interlinking dalam film tadi. Bahan video bisa berasal dari rekaman anda yang seolah-olah sedang mengajar di lab, sedang mengerjakan workshop, rekaman desktop dengan Camtasia, atau bisa juga mencari dari situs-situs social video hosting seperti youtube.com, teacherstube.com, metacafe.com, dan sebagainya. Kemudian, potongan-potongan video diolah dengan perangkat lunak video editting (misalnya ULead Video Editor), ditambahi elemen text, diberikan efek-efek, dan juga perlu diberikan dubbing suara guru. Perangkat yang dibutuhkan diantaranya kamera digital dan handycam (kalo tidak ada, mungkin camera handphone pun juga bisa, dengan kualitas terbatas).
4. Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi
Beberapa definisi multimedia menurut beberapa ahli diantaranya:
1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar
2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
3. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
4. Multimedia sebagai perpaduan antara teks teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik
5. Multimedia merupakan kombinasi dari data text, audio, gambar, animasi, video, dan interaksi
6. Multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia meru-pakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik. Pemanfaat-an multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, me-dis, militer, bisnis, desain, Arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll.
Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:
a. Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
b. Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dalam pembelajaran multimedia yaitu:
1. Pengenalan perangkat teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa.
2. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi guru itu sendiri maupun siswa.
3. Mengejar ketertinggalan akan pengetahuan tentang Iptek di bidang pendidikan.
4. Pemanfaatan multimedia dapat membangkitkan motivasi belajar para pembelajar, karena adanya multimedia membuat presentasi pembelajaran menjadi lebih menarik.
5. Multimedia dapat digunakan untuk membantu pembelajar membentuk model mental yang akan memudahkannya memahami suatu konsep.
6. Mengikuti perkembangan Iptek, dll.
Pengaruh multimedia dalam pembelajaran antara lain :
a. Multi Bentuk Representasi
Yang dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding theory (Paivio, 1986). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua sub sistem : sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).
Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya yaitu : memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal.
Demikian juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap terakhir adalah menghubungkan ‘model’ yang dibentuk dari teks dengan model yang dibentuk dari gambar .Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik.
Fitur penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain : untuk mengarahkan perhatian peserta diklat pada aspek penting dari materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari topik utama), Menurut Schnotz dan Bannert (2003), pemahaman melalui teks dan gambar dapat mendukung pembentukan mental model melalui berbagai route (yang juga ditunjang oleh latar belakang pengetahuan sebelurnnya atau prior knowledge).
Menurut model ini, gambar dapat menggantikan teks dan demikian pula sebaliknya. Model ini dapat juga menjelaskan perbedaan tiap-tiap individu dalam belajar menggunakan multimedia Beberapa hasil penelitian menunjukkan peserta diklat yang memiliki latar belakang pengetahuan sebelurnnya (prior knowledge) tinggi tidak memperoleh banyak keuntungan dengan adanya gambar pada teks, sedangkan peserta diklat dengan prior knowledge rendang sangat terbantu dengan adanya gambar pada teks. Berarti bagi fasilitator/widyaiswara cukup jelas kapan menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Tetapi perlu diingat juga bahwa pada dasamya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks, jadi jangan sekali-sekali porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.
b. Animasi
Menurut Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta diklat jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya anirnasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta diklat banya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta diklat yang merniliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan. Jadi seorang fasilitator/widyaiswara hendaknya segera mengetahui prior knowledge peserta sebelurn memutuskan akan menggunakan animasi atau tidak pada tampilan paparannya.
c. Multi Saluran Sensorik
Dengan penggunaan multimedia, peserta diklat sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya widyaiswara/fasilitator dapat rnnggunakan berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual. Menumt basil penelitian, pemeroleban pengetahuan melalui teks yang menggunakan gambar disertai animasi, basil belajar peserta akan lebib baik jika teks disajikan dalam bentuk auditif daripada visual. Hal ini terjadi karena pengaruh perhatian bercabang (split attention). Dalam pembelajaran melalui gambar dan teks auditif, peserta terpaksa membagi perhatiannya antara dua sumber informasi. Tetapi dengan pembelajaran melalui gambar dan teks auditif, kapasitas secara penuh tersedia untuk gambar, sedangkan kapasitas auditif secara penuh tersedia untuk teks.
d. Pembelajaran Non Linear
Pembelajaran non linear dirnaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi-materi dari fasilitator/widyaiswara, tetapi peserta diklat hendaknya menambah pengetahoan dan ketrampilan dari berbagai somber ekstemal seperti nara sumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan sistem pembelajaran non linear merniliki hasil yang lebih baik dibanding peserta diktat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan hanya dari fasilitator. Jadi tugas fasilitator/widyaiswara untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu kondisi semangat menambah ilmu para peserta diklat dari berbagai sumber lain. Hal ini biasanya terjadi pada peserta diktat yang lebih “advance” yaitu peserta yang merniliki prior knowledge lebih tinggi karena kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas dan pengembangan diri, tidak atau sedikit terjadi pada peserta diktat tingkat pemula / dasar.
e. Interaktivitas
Interaktivitas disini diterjernahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dirniliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun (fasilitator/WI dan peserta diklat) untuk eksplore dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Permasalahannya tinggal bagaimana aktivitas behavioristik terhadap multimedia memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak (WI & peserta). Kata kunci pada interaktivitas adalah widyaiswara/fasilitator harus mempunyai cukup pengetahuan akan prior knowledge peserta diktat dan marnpu memberikan motivasi kepada peserta untuk meningkatkan interaksinya dengan multimedia secara holistik (keseluruhan). Hal ini tepat dilakukan pada diktat-diktat kepada para fasilitator (teach of teacher/ToT) dimana nantinya para peserta tersebut akan mengajar/memfasilitasi proses pembelajaran di tempat/kesempatan lain.
Aspek Penting Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar
2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
3. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
4. Multimedia sebagai perpaduan antara teks teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik
5. Multimedia merupakan kombinasi dari data text, audio, gambar, animasi, video, dan interaksi
6. Multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia meru-pakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik. Pemanfaat-an multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, me-dis, militer, bisnis, desain, Arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll.
Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:
a. Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
b. Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dalam pembelajaran multimedia yaitu:
1. Pengenalan perangkat teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa.
2. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi guru itu sendiri maupun siswa.
3. Mengejar ketertinggalan akan pengetahuan tentang Iptek di bidang pendidikan.
4. Pemanfaatan multimedia dapat membangkitkan motivasi belajar para pembelajar, karena adanya multimedia membuat presentasi pembelajaran menjadi lebih menarik.
5. Multimedia dapat digunakan untuk membantu pembelajar membentuk model mental yang akan memudahkannya memahami suatu konsep.
6. Mengikuti perkembangan Iptek, dll.
Pengaruh multimedia dalam pembelajaran antara lain :
a. Multi Bentuk Representasi
Yang dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding theory (Paivio, 1986). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua sub sistem : sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).
Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya yaitu : memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal.
Demikian juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap terakhir adalah menghubungkan ‘model’ yang dibentuk dari teks dengan model yang dibentuk dari gambar .Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik.
Fitur penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain : untuk mengarahkan perhatian peserta diklat pada aspek penting dari materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari topik utama), Menurut Schnotz dan Bannert (2003), pemahaman melalui teks dan gambar dapat mendukung pembentukan mental model melalui berbagai route (yang juga ditunjang oleh latar belakang pengetahuan sebelurnnya atau prior knowledge).
Menurut model ini, gambar dapat menggantikan teks dan demikian pula sebaliknya. Model ini dapat juga menjelaskan perbedaan tiap-tiap individu dalam belajar menggunakan multimedia Beberapa hasil penelitian menunjukkan peserta diklat yang memiliki latar belakang pengetahuan sebelurnnya (prior knowledge) tinggi tidak memperoleh banyak keuntungan dengan adanya gambar pada teks, sedangkan peserta diklat dengan prior knowledge rendang sangat terbantu dengan adanya gambar pada teks. Berarti bagi fasilitator/widyaiswara cukup jelas kapan menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Tetapi perlu diingat juga bahwa pada dasamya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks, jadi jangan sekali-sekali porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.
b. Animasi
Menurut Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta diklat jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya anirnasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta diklat banya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta diklat yang merniliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan. Jadi seorang fasilitator/widyaiswara hendaknya segera mengetahui prior knowledge peserta sebelurn memutuskan akan menggunakan animasi atau tidak pada tampilan paparannya.
c. Multi Saluran Sensorik
Dengan penggunaan multimedia, peserta diklat sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya widyaiswara/fasilitator dapat rnnggunakan berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual. Menumt basil penelitian, pemeroleban pengetahuan melalui teks yang menggunakan gambar disertai animasi, basil belajar peserta akan lebib baik jika teks disajikan dalam bentuk auditif daripada visual. Hal ini terjadi karena pengaruh perhatian bercabang (split attention). Dalam pembelajaran melalui gambar dan teks auditif, peserta terpaksa membagi perhatiannya antara dua sumber informasi. Tetapi dengan pembelajaran melalui gambar dan teks auditif, kapasitas secara penuh tersedia untuk gambar, sedangkan kapasitas auditif secara penuh tersedia untuk teks.
d. Pembelajaran Non Linear
Pembelajaran non linear dirnaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi-materi dari fasilitator/widyaiswara, tetapi peserta diklat hendaknya menambah pengetahoan dan ketrampilan dari berbagai somber ekstemal seperti nara sumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan sistem pembelajaran non linear merniliki hasil yang lebih baik dibanding peserta diktat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan hanya dari fasilitator. Jadi tugas fasilitator/widyaiswara untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu kondisi semangat menambah ilmu para peserta diklat dari berbagai sumber lain. Hal ini biasanya terjadi pada peserta diktat yang lebih “advance” yaitu peserta yang merniliki prior knowledge lebih tinggi karena kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas dan pengembangan diri, tidak atau sedikit terjadi pada peserta diktat tingkat pemula / dasar.
e. Interaktivitas
Interaktivitas disini diterjernahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dirniliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun (fasilitator/WI dan peserta diklat) untuk eksplore dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Permasalahannya tinggal bagaimana aktivitas behavioristik terhadap multimedia memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak (WI & peserta). Kata kunci pada interaktivitas adalah widyaiswara/fasilitator harus mempunyai cukup pengetahuan akan prior knowledge peserta diktat dan marnpu memberikan motivasi kepada peserta untuk meningkatkan interaksinya dengan multimedia secara holistik (keseluruhan). Hal ini tepat dilakukan pada diktat-diktat kepada para fasilitator (teach of teacher/ToT) dimana nantinya para peserta tersebut akan mengajar/memfasilitasi proses pembelajaran di tempat/kesempatan lain.
A. Aspek Pembelajaran
Norma dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK yakni sedapat mungkin memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa, sehingga diperlukan analogi-analogi yang perlu divisualkan dan sedapat mungkin interaktif dengan pengguna. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Rumusan Judul
Kesan pertama sangat menentukan! Begitu kata pepatah. Jadi, judul merupakan titik awal sebagai penarik perhatian pengguna, maka judul sedapat mungkin dengan kalimat yang menarik dan menantang.
Contoh.
Judul Kurang Baik Judul Yang Baik
TATA SURYA SEPERTI APAKAH KEADAAN DI LUAR ANGKASA?
2. Rumusan tujuan pembelajaran
Merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya fokus, jelas dan menantang. Colin Rose dengan singkat menyebutkan dengan istilah AMBAK (Apa Manfaatnya BAgi Ku?). Dengan rumusan tujuan yang jelas, siswa diberikan arah yang jelas saat menggunakan media tersebut.
Perhatikan contoh berikut :
Rumusan tujuan kurang baik Rumusan Tujuan yang Baik
Setelah mempelajari media ini, siswa dapat menjelaskan terjadinya jantung koroner Dalam waktu 15 menit anda (kamu) akan mampu menjelaskan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya jantung koroner dengan baik.
3. Apersepsi
Apersepsi difungsikan untuk ‘membawa dunia mereka ke dunia kita’. Kontekstualitas dalam apersepsi manjadi penting, karena kita mencoba ‘manarik’ mereka ke dunia yang kita ciptakan dalam media, tetapi yang paling akrab dengan penggunaan media kita. Di sinilah diperlukan kalimat atau narasi penghubung dari dua dunia yang mungkin berbeda. Dengan menyatukan kedua dunia ini, maka pengguna merasa diajak berkomunikasi dengan media kita.
Selanjutnya bagian inti dari media pembelajaran adalah sebagai berikut.
a. Uraian yang Komunikatif
b. Contoh, Analogi atau Ilustrasi dan Simulasi yang Relevan dan Kontekstual.
c. Latihan, Tes dan Umpan Balik secara Kreatif
d. Interaktivitas
Agar media pembelajaran interaktif, ada beberapa cara antara lain :
• Beri kesempatan kepada siswa untuk mendefinisikan sesuatu dengan kalimatnya sendiri sebelum disajikan definisi menurut pendapat beberapa ahli.
• Berikan umpan balik korektif.
e. Pemilihan media yang relevan
f. Konsistensi Media dengan Tujuan Pembelajaran.
B. Peranan Desain Komunikasi Visual (Dkv) Dalam Perancangan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Komunikasi visual adalah ilmu yang mempelajari dan mengembangkan bahasa visual (semantik, sintaktik, dan pragmatik) untuk keperluan informasi dan komunikasi. Mengolah dan menyampaikan pesan visual dari pelontar pesan berupa informasi produk, jasa atau gagasan kepada sasaran (publik), secara komunikatif, persuasif melalui olah tanda (semiotika), olah cara (rhetorika), olah rasa (estetika) yang kreatif dan inovatif (baru, asli, lancar dan luwes).
Perancangan dilakukan dengan mengeksplorasi budaya lokal, berorientasi budaya Nusantara dan berwawasan budaya Global/Universal, untuk kebutuhan publikasi, promosi dan pemasaran serta menggunakan media informasi masa/individu tercetak (statis) atau media informasi masa/individu elektronik (gerak). Sehingga pesan dapat dimengerti, diterima dan dapat mengubah sikap sasaran. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Komunikatif
Visualisasi mendukung materi ajar, agar mudah diterima oleh siswa.
• Pelajari pesan yang akan disampaiakan secara mendalam.
• Pelajari kebiasaan dan hal-hal yang diminati/disukai oleh sasaran yang berkaitan dengan hal visual (ikon, gambar dan elemen visual lain)
• Olah pesan (perbal) menjadi pesan Visual, dengan memperhatikan tanda-tanda pesan visual yang dimengerti publik, mudah, gampang dan nyaman dilihat/dibaca.
• Buatlah sederhana (simpel) dan menarik
• Perbanyak gambar yang relevan untuk setiap item bahasan pesan.
2. Kreatif
Visualisasi diharapkan disajikan secara unik dan tidak klise (sering digunakan), agar menarik perhatian. Rancangan elemen desain grafis (obyek, warna, huruf dan layout) dibuat secara asli (original/baru), Penjelasan pesan disusun secara sistematik untuk kemudahan tata alir dan alur (lancar). Kemudahan informasi didukung oleh Navigasi dengan susunan tata letak yang luwes tanpa meninggalkan kaidah komunikasi dan keindahan (fleksible).
3. Sederhana
Visualisasi tidak rumit supaya kejelasan isi pesan mudah diterima dan diingat.
4. Unity
Penggunaan bahasa visual yang harmonis, utuh dan senada agar materi ajar dipersepsi secara utuh (koprehensip)
5. Penggambaran Obyek dalam bentuk Image yang presentatif
Gambar dapat berupa fotografi atau gambar informasi berupa tabel/diagram dan gambar bergerak (animasi dan film). Gambar dapat diklasifikasi sebagai gamba latar belakang desain atau gambar obyek yang dapat memperjelas informasi.
6. Pemilihan warna yang sesuai
Penggunaan kunci warna atau panduan warna berdasar teori warna Munsel, untuk mendapatkan warna-warna yang selaras.
a. warna primer : merah, biru dan kuning
b. warna sekunder : hijau jingga dan ungu
7. Tipografi (font dan susunan huruf)
Untuk memvisualkan bahasa verbal agar mendukung isi pesan, baik secara fungsi keterbacaan maupun fungsi psikologisnya. Untuk presentasi huruf judul pada layar tayang minimal berukuran 24 point pada layar komputer 600x800 pixel. Olah huruf secara kreatif sesuai keperluan dan tidak berlebihan.
8. Tata Letak (Lay-out)
Peletakkan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik, agar memperjelas hirarki unsur-unsur tersebut. Gunakan garis bantu (grid) horizontal dan vertikal. Pahami proporsi bidang desain :
• Horizontal – kesan luas – karakter bebas
• Vertikal – kesan sempit – karakter anggun
• Diagonal – kesan dinamis – karakter muda/cepat
9. Unsur Visual Bergerak (animasi dan/ atau movie)
Animasi dapat dimanfaatkan untuk mensimulasikan materi ajar dan video untuk mengilustrasikan materi secara nyata.
10. Navigasi (ikon)
Ikon Navigasi berfungsi sebagai tanda untuk mengeksekusi arah/tujuan yang dikehendaki, maka gunakan Ikon Navigasi yang familiar dan konsisten agar efektif dalam penggunaannya.
a. Tujuan dalam layar yang sama
b. Tujuan antara layar.
c. Layar dirancang dalam satu sistem, hanya dengan olah elemen (contoh warna) yang membedakan jenis atau klasifikasi isi pesan
d. Pada prinsipnya jenis ikon yang perlu tampil pada umumnya bersifat kebutuhan dasar tata alir dan alur, sebagai contoh :
• entrance – exit
• back – previouse – next
• go to page
• top–down / left–right
• clik me (special obyek, move or still)
e. Ikon dirancang sederhana, berkarakter dan menarik karena fungsinya hanya pemandu saja
DAFTAR PUSTAKA
Agung EBW . 2006. Desain Komunikasi Visual. Jakarta.
Ewes A. Chaeruman . 2006. Aspek Pembelajaran . Pustekom. Jakarta
Materi Workshop Penyempurnaan Media Pembelajaran Berbasis TIK . 2006 . Jakarta.
Sadiman, Arief, dkk. 2007. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Peran IT dalam Dunia Modern
Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan
peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi
perkembangan infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi
penyimpanan data dan teknologi komunikasi.
Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistemelektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer
lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik,
pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan
sistem pengumpulan data otomatis.
Keuntungan yang diperoleh perusahan antara lain seperti di bawah ini:
1. Perdagangan secara elektronik memungkinkan perusahan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain perusahan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya, perusahan atau toko di Amerika dapat menjual produknya kepada orang di Jepang.
2. Perusahan tidak perlu membuka banyak cabang-cabang distribusi.
3. Mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahan, karena perusahan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak.
4. Karena biaya yang dikeluarkan perusahan dapat dikurangi,maka harga barang dapat dijual dengan lebih rendah. Akibatnya lebih banyak konsumen yang dapat menjangkau harga barang tersebut. Barang menjadi lebih banyak laku.
5. Barang yang dijual lebih murah dapat meningkatkan daya saing perusahan.
Sedangkan keuntungan yang diperoleh konsumen antara lain sebagai berikut:
1. Konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan barang, cukup ke Internet dan memesan barang, barang akan di antar ke rumah.
2. Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.
3. Mempunyai lebih banyak pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di Internet.
4. Dapat membeli barang yang terdapat di negara lain, yang mana di dalam negeri mungkin saja tidak tersedia.
5. Harga barang yang di beli menjadi lebih rendah.
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Secara tanpa kita sadari, sebagian aktifitas yang dilakukan oleh manusia telah didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung telah mengubah cara kita hidup, cara kita belajar, cara kita bekerja dan cara kita bermain. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam bidang bisnis, pendidikan, dan kesehatan dan pemerintahan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Penerapan TIK pada bidang bisnis misalnya, TIK telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja.
Dalam dunia bisnis peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce (e-dagang) atau perdagangan elektronik. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Secara tanpa kita sadari, sebagian aktifitas yang dilakukan oleh manusia telah didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung telah mengubah cara kita hidup, cara kita belajar, cara kita bekerja dan cara kita bermain. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam bidang bisnis, pendidikan, dan kesehatan dan pemerintahan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Penerapan TIK pada bidang bisnis misalnya, TIK telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja.
Dalam dunia bisnis peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce (e-dagang) atau perdagangan elektronik. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan
e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup
juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan
pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan
teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat
elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti
halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang
ini.
1. Perdagangan secara elektronik memungkinkan perusahan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain perusahan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya, perusahan atau toko di Amerika dapat menjual produknya kepada orang di Jepang.
2. Perusahan tidak perlu membuka banyak cabang-cabang distribusi.
3. Mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahan, karena perusahan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak.
4. Karena biaya yang dikeluarkan perusahan dapat dikurangi,maka harga barang dapat dijual dengan lebih rendah. Akibatnya lebih banyak konsumen yang dapat menjangkau harga barang tersebut. Barang menjadi lebih banyak laku.
5. Barang yang dijual lebih murah dapat meningkatkan daya saing perusahan.
1. Konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan barang, cukup ke Internet dan memesan barang, barang akan di antar ke rumah.
2. Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.
3. Mempunyai lebih banyak pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di Internet.
4. Dapat membeli barang yang terdapat di negara lain, yang mana di dalam negeri mungkin saja tidak tersedia.
5. Harga barang yang di beli menjadi lebih rendah.
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
- E-mail dan Messaging
- Content Management Systems
- Dokumen, spreadsheet, database
- Akunting dan sistem keuangan
- Informasi pengiriman dan pemesanan
- Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
- Sistem pembayaran domestik dan internasional
- Newsgroup
- On-line Shopping
- Conferencing
- Online Banking/internet Banking
- Product Digital/Non Digital
- Online SEO
Daftar pustaka :
http://anitaapriliani.blogspot.co.id/2011/01/pengaruh-dan-peranan-ti-terhadap.html
http://anangseptiyana.blogspot.co.id/
Peran Komunikasi dalam Organisasi
PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Komunikasi ialah penyampaian pesan
dari komunikator (sender) kepada komunikan (receiver) melalui media tertentu
dan menyebabkan efek.Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu.jadi Komunikasi dalam organisasi merupakan suatu
komunikasi atau proses untuk anggota menghimpun informasi yang berhubungan
dengan organisasinya dan merubah apa yang terjadi di dalamnya.
Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah tujuan berorganisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya sebuah interaksi yang baik niscaya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuannya. Interaksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota organisasi yang dapat berupa penyampaian-penyampaian informasi, instruksi tugas kerjaatau mungkin pembagian tugas kerja. Interaksi sebenarnya adalah proses hubungan komunikasi antara 2 orang atau lebih dimana orang yang satu bertindak sebagai pemberi informasi dan orang yang lain berperan sebagai penerima informasi. Intinya, korelasinya harus melibatkan dan terfokus kepada orang-orang itu sendiri dalam suatu organisasi. dengan kata lain dapat disimpulkan komunikasi dapat dibilang juga sebagai proses penyampaian informasi yang berguna untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain demi mencapai suatu tujuan. Pada artikel kami kali ini konteks komunikasi yang akan dibahas adalah meliputi konteks komunikasi dalam sebuah organisasi.
Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Bisa kita bayangkan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil. tanpa mengetahui apa tujuan yang jelas .
Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah tujuan berorganisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya sebuah interaksi yang baik niscaya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuannya. Interaksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota organisasi yang dapat berupa penyampaian-penyampaian informasi, instruksi tugas kerjaatau mungkin pembagian tugas kerja. Interaksi sebenarnya adalah proses hubungan komunikasi antara 2 orang atau lebih dimana orang yang satu bertindak sebagai pemberi informasi dan orang yang lain berperan sebagai penerima informasi. Intinya, korelasinya harus melibatkan dan terfokus kepada orang-orang itu sendiri dalam suatu organisasi. dengan kata lain dapat disimpulkan komunikasi dapat dibilang juga sebagai proses penyampaian informasi yang berguna untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain demi mencapai suatu tujuan. Pada artikel kami kali ini konteks komunikasi yang akan dibahas adalah meliputi konteks komunikasi dalam sebuah organisasi.
Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Bisa kita bayangkan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil. tanpa mengetahui apa tujuan yang jelas .
Tujuan
komunikasi dalam sebuah organisasi sangat memberikan banyak manfaat secara
langsung yaitu memudahkan para anggota bekerja dari instruksi-instruksi yang
diberikan dari atasan dan untuk mengurangi kesalahpahaman yang biasa terjadi
dan memang sudah melekat pada suatu organisasi. Apabila semua bawahan dan
atasan dapat berinteraksi dengan baik, maka seluruh kesalahpahaman yang
beresiko mungkin akan berkurang presentase nya , karena tiap manusia mempunyai
cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal dan mau tidak mau
kita harus membuat si penerima informasi itu mengerti informasi apa yang kita
sampaikan. Dengan demikian semua pelaku organisasi harus berbicara , bertindak
satu sama lain guna untuk membangun satu lingkungan kondusif dan mengetahui
situasi-situasi apa yang akan terjadi di luar suatu dugaan karena kesalahan
komunikasi sekecil apa pun pasti akan berakibat fatal.
Peranan tokoh pelaku organisasi sangat berperan penting dalam kemajuan organisasi. Atasan organisasi juga sangat berpengaruh , atasan dituntut untuk melakukan sesuatu tindakan yang real dan berdisiplin guna untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman yang terjadi pada anggota. Contoh kecil saja apabila melakukan rapat atasan mengirimkan informasi pada suatu bawahannya dan si bawahan menginformasikan kepada seluruh anggota untuk datang ke suatu pertemuan rapat dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tetapi apabila si atasan terlambat datang tanpa memberi kabar yang jelas maka dari sini mulailah kesalahpahaman dan ambiguilitas yang terjadi. Karena setiap pelaku organisasi dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan disiplin serta tanggung jawab yang besar dan iitu akan terus berlanjut apabila kita sudah melanjutkannya di dunia kerja. Atasan dituntut atas apa yang diperkerjakan oleh bawahannya dan dapat mengawasi dan memotivasi secara efektif , maka sang atasan harus mempunyai profesionalisme yang baik.
Peranan tokoh pelaku organisasi sangat berperan penting dalam kemajuan organisasi. Atasan organisasi juga sangat berpengaruh , atasan dituntut untuk melakukan sesuatu tindakan yang real dan berdisiplin guna untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman yang terjadi pada anggota. Contoh kecil saja apabila melakukan rapat atasan mengirimkan informasi pada suatu bawahannya dan si bawahan menginformasikan kepada seluruh anggota untuk datang ke suatu pertemuan rapat dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tetapi apabila si atasan terlambat datang tanpa memberi kabar yang jelas maka dari sini mulailah kesalahpahaman dan ambiguilitas yang terjadi. Karena setiap pelaku organisasi dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan disiplin serta tanggung jawab yang besar dan iitu akan terus berlanjut apabila kita sudah melanjutkannya di dunia kerja. Atasan dituntut atas apa yang diperkerjakan oleh bawahannya dan dapat mengawasi dan memotivasi secara efektif , maka sang atasan harus mempunyai profesionalisme yang baik.
Dimulai dari hal-hal kecil yang berpotensi membuat kesalahan komunikasi , suatu tujuan organisasi akan terhambat. Maka peran teknologi juga sangat diperhitungkan dalam suatu organisasi. Bisa berupa pesan singkat atau blackberry messenger dan panggilan langsung melalui telepon. Upayakan berikan jalaur komunikasi terbaik bagi partner kerja kita demi mecegah ambiguilitas misalnya melalui panggilan telepon atau pesan singkat jika hanya memberikan informasi yang simple. Hal ini dikarenakan karena dalam jalur komunikasi yang kita buat pasti selalu ada hambatan yang tidak akan kita tahu. Baik dari permasalahan teknologi itu sendiri misalnya signal trouble yang biasanya terjadi karena daerah tertentu masih belum memasuki jangkauan coverage yang luas. Karena apabila kita mebahas tentang hambatan , pasti akan banyak sekali yang termauk dalam hambatan dalam proses komunikasi. Menurut kami, hambatan yang memicu terjadinya kesalahan komunikasi berawal dari pembawaan individual masing-masing atau mereka para pelaku organisasi itu sendiri. Yang paling nyata adalah sifat dan kebutuhan suatu individu itu sendiri , biasanya berupa emosi, rasa tertutup, atau rasa ingin dihormati . Misalnya suatu individu pasti punya rasa untuk ingin di hargai sehingga konflik yang akan timbul disini adanya kurangnya rasa saling kepercayaan yang antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnyayang berakibat miss communication atau miss understanding. Untuk itu sikap jujur dan transparan dalam berorganisasi patut dijunjung tinggi dalam kehifupan berorganisasi, karena kerja tim sangat berpenguruh. Pengaruh kestabilan emosi juga penting karena apabila kita dalam keadaan emosi maka informasi yang kita terima tidak akan kita tanggapi dengan baik seluruhnya yang mengakibat akhir dari tujuan suatu oragnisasi kurang terasa maksimal (retno ayu pratiwi,2011)
Komunikasi di dalam perusahaan atau
organisasi terdiri dari:
§ Komunikasi
Vertikal
Yaitu
komunikasi dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Yaitu komunikasi dari pimpinan
ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan. Atasan memberi instruksi-instruksi
kepada karyawan baik secara formal dan non formal, dalam hal ini bawahan
memberikan laporan-laporan , saran-saran dan pengaduan-pengaduan kepada
pimpinan.
§ Komunikasi Horizontal
Komunikasi
ini sifatnya mendatar, yang terjadi antar anggota, staf, karyawan dengan
karyawan, mahasiswa dengan mahasiswa. Komunikasi ini sifatnya lebih non formal,
meski ada yang formal juga.
§ Komunikasi
Diagonal
Komunikasi
ini menunjukkan hubungan-hubungan dengan orang-orang yang mempunyai status
lebih tinggi atau lebih rendah.
Cara Meningkatkan Keterampilan
Komunikasi
Keterampilan
komunikasi yang diperlukan dalam komunikasi bisnis:
o
Membaca
o
Mendengarkan
o
Percakapan
o
Wawancara
o
Diskusi
Kelompok
o
Pidato
dan Presentasi
o
Menulis
(indah amalia,2010)
Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Sendjaja (1994) menyatakan fungsi
komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:
1.
Fungsi
informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan
informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat
memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi
yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan
pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran manajemen
membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna
mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan
(bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu
juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin
cuti, dan sebagainya.
2.
Fungsi regulatif.
Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu
organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu:
a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu
mereka yang memiliki Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam
organisasi adalah sebagai kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang
disampaikan. Juga memberi perintah
atau intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. b. Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi
pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan
yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan
tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan
ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada
memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan
akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering
memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
